Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026), sehingga mengganggu akses penghubung antar dusun dan aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju lahan pertanian warga setempat.
Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan, setelah menerima informasi terkait banjir dan kerusakan infrastruktur tersebut, dirinya langsung menggeser agenda kerja lainnya untuk turun langsung ke lokasi terdampak. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab serta kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
“Begitu saya menerima informasi terjadinya banjir dan kerusakan jembatan ini, saya langsung hadir ke Hadataran. Agenda lain saya tunda. Kerusakan ini harus segera ditangani agar konektivitas antar dusun kembali terhubung dan lahan pertanian masyarakat dapat kembali diakses,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perbaikan jembatan akan segera dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pemerintah desa, serta masyarakat Dusun Hadataran. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan teknis dan material agar proses perbaikan dapat dilaksanakan secepat mungkin.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Hadataran, Mardin Pardosi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran langsung Bupati Tapanuli Utara di tengah masyarakat. Ia menilai langkah cepat tersebut memberikan semangat dan harapan bagi warga yang terdampak bencana.
“Kami sangat terharu atas kedatangan Bapak Bupati. Begitu mendengar kami mengalami bencana, beliau langsung hadir di tengah-tengah kami. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan,” ujarnya.
(Rokki.P)
.jpeg)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar